Oleh: jeber | September 16, 2010

sergei muhammad

Sergei Muhammad.
Minggu, 5 september 2010 9:34 PM
Telepon rumah tiba tiba berdering, suara deringnya seperti biasa ga ada bedanya. Yang ngangkat telepon adalah mamah saya. Sedangkan disitu saya sedang ditelepon dengan menggunakan hanphone oleh indah. Saat itu terdengar suara yang cukup tak biasa dari mulut mamah saya. Mamah bilang : “apaaaa!!!”dengan nada yang cukup tak biasa saya yakin pasti ada yang ga beres. Dengan reflex saya langsung menyudahi pembicaraan saya dengan indah. Dan saat itu pula mamah saya langsung menangis sejadi jadinya saat menelepon beliau memberitahukan bahwa ayah saya kecelakaan dan sedang ada di salah satu rumah sakit di bandung. Tak kuat menahan tangisnya saya langsung mengambil alih pembicaraan via pesawat telepon tersebut. dalam keadaan sedikit panic dan terbawa suasana, saya berusaha tetap tenang dan memperjelas pembicaraan. yang menelepon ke rumah saat itu adalah bernama iptu rudi gunawan, salah satu petugas dari polres unit laka lantas yang sedang bertugas. Beliau memberitahukan bahwa ayah saya yang bernama dedi suhendi sedang berada di rumah sakit dalam keadaan kritis di ruangan ugd. Beliau mengalami kecelakaan dan mengalami pecah kepala dan patah tulang. Dahsyat..tak terima akan hal itu saya langsung panic sepanik paniknya. Si polisi memberitahukan bahwa ayah saya ditabrak oleh salah satu orang keturunan cina dan sekarang orang cina tersebut sudah diamankan oleh pihak yang berwenang. Polisi tersebut menyarankan saya untuk segera menghubungi pihak rumah sakit dan saya pun diberitahu nomor dokter yang saat itu menangani ayah saya. Dr. sergei Muhammad dengan nomor handphone 081284736149..yeahyeahyeahs.. semakin terpaculah jantung saya. ditelepon lah si dokter sergei tersebut. Langsung nyambung dan tanpa panjang lebar saya menanyakan keadaan ayah saya yang sedang kritis itu. Dokter menjawab bahwa ayah saya sedang koma parah tingkat tinggi karena pecah kepala dan patah tulang tungkai atas dan macem macem lah. Dokter meyarankan untuk segera dilakukan pertolongan terhadap ayah saya itu. Karena menurut si dokter kepala ayah saya terus mengalami pendarahan dan harus segera ditangani dengan melakukan operasi. Sedangkan kendala yang dihadapi saat itu adalah fasilitas peralatan rumah sakit beberapa tidak ada yang memadai. Beliau memberitahukan untuk dilakukan operasi terhadap kepala dibutuhkan salah satu alat operasi yang langsung diimpor dari singapura dan sekarang hanya dimiliki oleh salah satu apotek milik pemerintah yang letaknya bersebelahan dengan rumah sakit tersebut. Dokter tersebut telah mengirimkan pesan dengan kode etik kedokteran tertentu yang memberitahukan untuk segera dikirim alat tersebut ke rumah sakit. Dokter menyarankan saya untuk segera menghubungi pihat apotek untuk diperlancarnya pengiriman alat tersebut. Saya diberi nomor dokter yang ada di apoter tersebut. Dr. bambang rahmanto dengan nomor telepon 081210148428. Segera saya menelepon dokter tersebut..dan juga kembali tanpa panjang dan juga tanpa lebar,dokter yang kedua ini katanya telah menerima pesan dari rumah sakit untuk segera mengirim alat tersebut. Namun entah sedang dipersulit atau memang birokrasi administrasi yang berbelit saya di haruskan segera datang ke tempat tujuan untuk mengisi administrasi. dokter tersebut menanyakan perjalanan dari rumah menuju apotek. sedikit perkiraan saya menjawab satu jam. Dokter sedikit kecewa karena ayah saya akan tidak dapat ditolong dalam waktu maksimal limabelas menit. Sungguh waktu yang mustahil bagi saya untuk datang ke tempat tujuan dalam waktu yang sesingkat itu. Dengan segala kebijakan sebijak bijaknya, dokter meringankan kami untuk tidak mengisi administrasi langsung namun kami diharuskan membayar alat operasi tersebut dengan cara transfer. Dokter tersebut menyebutkan angka duabelasjuta rupiah. Saat itu saya berpikir keras bagaimana caranya mendapatkan uang sebayak itu dan mentransfernya dalam waktu kurang dari limabelas menit. Kembali saya meminta keringanan. Dan dokter pun menyarankan kami untuk membayar dp dulu sebesar limapuluh persen dari keseluruhan yaitu enamjuta rupiah. Entah dari mana uang sebanyak itu, saya pun langsung meyanggupi pembayaran alat operasi saat itu juga dengan perjanjian alat operasi langsung dikirimkan ke rumah sakit dan langsung dilakukan operasi. Deal? Deal…!!!dokter dari apotek tersebut memberikan no rekeningnya yaitu 1098248333 atas nama soleh sumantri bni apotek kimia farma.
Setengah menit kemudian dari luar rumah ada yang membuka pager dan masuk rumah dan langsung membuka pintu serasa orang yang punya rumah. Dan ternyata orang yang masuk adalah ayah saya sendiri. Yang ternyata memang yang punya rumah. Sementara pembicaraan ditelepon masih berjalan langsung saya sadar bahwa ini adalah penipuan. Dikarenakan pembicaraan saat itu sudah mulai kurang jelas yaitu pihak apotek lebih focus terhadap pembayaran uang tetapi saya yang focus terhadap membuka identitas orang tersebut. Si dokter langsung menutup teleponnya. ayah saya saat itu hanya bisa diam tidak tahu menahu akan kejadian yang ada saat itu. Beberapa menit kemudian telepon rumah kembali berdering dan langsung saya yang mengangkatnya. Kembali dari pihak rumah sakit. Dokter memberitahukan bahwa ayah saya telah meninggal dunia dan diharapkan segera mengurus jenazahnya sekarang juga, padahal jelas jelas ayah saya saat itu sedang berada di samping saya dan hanya tertawa kecil..sayapun terdiam geram.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: