Oleh: jeber | Februari 4, 2009

ratu bulqiah ulfa

Kisah ini adalah benar benar terjadi dengan sebenar benarnya.. mungkin terlalu berlebihan jika disebut dengan kekuasaan Allah. Tapi simak dengan baik baik..

( diperuntukan kepada Ratu Bulqiah Ulfa)

Awal kejadian ini adalah pada tanggal 6 juni 2007. Saya masih mengingat angka itu karena sangat gampang untuk diingat dan sangatlah fenomenal dalam cerita hidup saya. Kebetulan sekali pada keesokan harinya yaitu pada tanggal 7 juni 2007 adalah ujian akhir semester saya di kelas tiga sma saat itu.

6 juni 2007. keesokan harinya adalah ujian (kan tadi udah bilang , gimana sih?!!) dan sepantasnya lah saya untuk belajar. Dan saat itu saya akan belajar kimia. Dikarenakan ada beberapa materi yang saya masih tidak dapat kerjakan. saya berniat untuk belajar bersama di salah satu teman saya sebutlah dia Rizal. Rumah nya tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat. Sekitar 15 menit ditempuh dengan berjalan kaki. Namun karena di rumah saya tersedia sarana transportasi berupa motor,maka tidak salah lah saya untuk menggunakannyua. Lumayan menghemat energi. hehe.. bla bla bla….free memory..akhirnya saya sudah dalam perjalanan menuju rumah rizal. Di tengah perjalanan, untuk memastikan semuanya berjalan sesuai dengan rencana maka saya menelfon dulu Rizal di wartel. dan selamat! Semua berjalan sesuai dengan rencana, rizal telah siap menyambut saya di rumah nya. Karena saya menelfon hanya sekitar 13 detik maka tarifnya pun tidak lah terlalu mahal. Hanya 300rupiah.dengan percaya dirinya saya mengeluarkan uang pecahan seribuan dari dalam dompet coklat nan tebal dengan bon bon dan kuitansi bla bla bla lah…hahah. Tapi dompet itu sangatlah berharga loh . di dalamnya ada banyak surat surat berharga yang tak ternilai dengan kata kata (haha lebay) seperti SIM, STNK. Kartu askes, KTP dan foto kedua orang tua sayah. Hehehe…tapi jangan salah di dalamnya juga ada uang seratus ribu loh. Hahah sombong!! setelah memberikan uang seribu rupiah dan mendapatkan kembalian 700 rupiah, lalu saya memasukan kembali dompet ke dalam celana training hitam yang begitu gombrang namun nyaman untuk di pakai. Lagi lagi dengan percaya dirinya, saya melanjutkan perjalanan menuju rumah Rizal. Saya pun sampai di rumah rizal dan ia sudah siap untuk belajar bersama demi nilai uas yang menabjukan. Sejam berlalu,..dua jam..dan akhirnya udah larut malam. 9pm. Sudah waktunya untuk pulang dan saya pun bergegas untuk pulang.juga dengan percaya diri yang tinggi. Dan saya pastikan kembali bahwa semua berjalan dengan sebagai mana mestinya. Selamat ber!!! saat perjalanan pulang, terasa ada sesuatu yang kurang.hmmm…apa ya?hmm….dan ternyata astajim!!!!!fukkkk dompet ga ada di saku celana hitam nan gombrang tercinta. Berusaha untuk tidak panic dan berharap hanyalah Rizal menjadi tempat tertinggalnya dompet tersebut. Dan saya pun bergegas kembali ke rumah Rizal.”rizaallll…..”dengan suara lantang saya memanggilnya dari luar. “ada apa ber?” Tanya Rizal kepada saya. dan dengan perasaan sejuta panic saya menjelaskan secara detail kejadian yang telah menimpa kepada saya. Dan kami berdua langsung ke lantai dua rumah Rizal. Berharap sidompet tertinggal di karpet atau meja. hmmm….setelah beberapa menit pencarian dan ternyata. god damned!!!.ga ada cuy. harus gimana sayah.??????!!!!!! Sumpah bingung banget. Dan atas bantuan Rizal, ia berbaik hati untuk ikut mencari sidompet malang tersebut. Kami berdua mencari di sepanjang jalur peraduan saat sayah menuju rumah Rizal (peraduan teh apasih? haha). curiganya sih jatoh di suatu tempat antah berantah gituhlah. saya juga gatau. wahahaha…apes sekali hidup saya. Dan menurut prosedur birokrasi perhilangan dompet sih saya harus membuat surat kehilangan di kantor polisi juga kantor kecamatan ataupun kelurahan. Dengan berusaha untuk kembali tidak panik maka saya pun langsung menuju ke kantor polisi sector kota margahayu. Tapi tetep weh da secara gituh ilang dompet pastilah panic.”lapor pak, dompret saya ilang…”seru saya pada pak polisi yang sedang nonton televisi. “hah?!dimana ada goyang dompret???!!!.parah si polisi.”dompet pak. Dompet. Dompeet saya ilang di sekitar sini. gimana donk?” dan dengan spontan si polisi memberikan respon atas apa yang telah saya kemukakan. Si polisi itu langsung memberikan pernyataan yang tepat sasaran kepada saya.” Dompet kamu ilang de? Terus hubungan dengan saya apa? Apa saya harus nyari dompet kamu gituh? eugh…ontohod!!!” dan saya pun berpikir dengan pikiran saya (yaiyalah berpikir mah dalam pikiran…suka aneh kamu mah ber). Iya juga yah dompet saya ilang terus masa si polisi harus nanya nanya ke setiap orang “nemu dompet si jeber ga?” masa si polisi harus mengorek ngorek setiap sudut jalan demi dompet saya. Whahahha……selamat ber.! Itu sudah menjadi takdir kamu. Mungkin di balik itu ada hikmahnya.hmmm… ya sudahlah.dompet ilang .dompet ilang.dompet ilang…….waaaaaa!!!!!habislah riwayat saya setelah si dompet saya itu ilang.hufh!!!!

Tapi semua ngga berakhir begitu saja.hah? kenapa lagi ber? engga…jadi gini sudah lah lupakan karena dompet ilang itu. Dan setelah berbulan bulan saya tanpa yang namanya SIM dan juga KTP dan surat berharga lainnya akhirnya pada desember 2007 ada telefon dari daerah salah satu daerah yang menyebutkan bahwa ia telah menemukan suatu bungkusan plastic kresek yang berisi surat surat yang di dalamnya terdapat beberapa biodata yang bernamakan TeddyBudiyansyah. Wahhh? Hebad sekali, setelah enam bulan berlalu akhirnya ada juga yang menemukan dompet saya. Langsung ajah hari itu juga saya meluncur ke salah satu daerah di Bandung Selatan ( saya lupa, ga tau Bale Endah gatau Dayeuh Kolot..hehe) dan akhirnya setelah berjanjian dimana saya akan bertemu dengan si pahlawan kesiangan enam bulan penemu dompet saya. Saya dengan kembali percaya dirinya ( se percaya diri saat perjaanan menuju rumah Rizal) langsung aja ke tempat tujuan. Senangnya!. Setelah bertemu dengan si pahlawan kesianagan enam bulan saya, akhirnya si pahlawan tersebut bersedia menceritakan tentang penemuan dompet saya tersebut. Jadi gini, waktu dia menuju salah satu tempat di kawasan margahayu (daerah sekitar dompet saya ilanag), ia menemukan bungkusan kresek. Dan tanpa memasang curiga ia langsung memungutnya dan teryata di dalammnya adalah beberapa surat surat berharga punya saya. Terlepas dari benar atau tidaknya si pahlawan menceritakan hal tersebut ternyata yang kembali ke tangan saya adalah tanpa dompet dan uangnya. Maksudnya yang tersisa saat si pahlawan menemukan dompet saya adalah hanya surat surat yang orang anggap tidak penting namun saya angggap sangat lah sangat penting dan dompet nya dan uang seratus ribu tersebut raib begitu saja. Hmm…hmm..hmmm..tapi gapapa lah ber yang penting kan surat surat yang kata kamu berharga dan kata orang lain engga berharga. hehe.mungkin uang ama dompet nya berharga buat orang lain , makanya diambil. Dan juga ternyata eh ternyata si pahlawan kesiangan enam bulan tersebut adalah salah orang yang mempunyai kekerabatan baik dengan teh Ratu. Gak tau kan siapa teh Ratu? Jadi teh Ratu adalah salah satu senior saya di delapan. Dia kuliah di fisip unpad. Dan waktu kedatangan saya ke kediaman si pahlawan kesiangan enam bulan itu saya di pertemukan dengan teh Ratu dan sempet ngobrol juga sih walaupun ga lama. hehe…terimakasih pahlawan kesiangan saya yang telat enam bulan dan juga terimakasih Ratu Bulqiah Ulfa a.k.a teh Ratu. Terimakasih semuanya. Alhamdulilah…Dan semenjak sekembalinya si isi dari dompet saya tersebut maka ber-reinkarnasilah riwayat saya kembali. Selamat asli ber!!!mungkin hal tersebut sangat lah menjadi hikmah buat saya dan teman teman sekalian yang telah membaca kisah ini. hikmah nya pa ya..? hehe. Ya jangan teledor ajah dalam melakukan sesuatu dan harus tetap alert pada keadaan sekitar. Tetap jaga barang barang berharga anda dengan sebaik mungkin.

Free memory!!!pada January 2009, saat saya telah menjalani menjadi seorang mahasiswa mahasibuk di salah satu universitas padjadjaran di jatinangor. Udah satu semester berlalu. Dan saya ngga akan bermaksud untuk menceritakan kembali dompet saya itu ataupun berniat untuk menghilangkan dompet. Haha henteu lah. Tapi suatu saat saya sedang berjalan di sekitar atm di gerbang universitas tersebut. Dan saya sempat membaca suatu famplet yang di tempel di tembok atm tersebut. Ada berita kehilangan. Dan ternyata seseorang telah kehilangan dompetnya. Spesifikasi dompetnya saya ga sempet nyatet. tapi saya baca dengan seksama bahwa yang telah hilang dompet tersebut adalah Ratu Bulqiah Ulfa. Hah?!? Iyah, dompetnya teh Ratu ilang. Hmm..hmm..hmm.. ada ap-adengan semua ini (naon sih maneh lebay ber. padahal mah biasa wae. Siga judul lagu wae). Ada apa dengan semua ini. Sungguh suatu kajadian yang sangat ter-sistematis. haha..setelah dompet saya ilang dan enam bulan kemudian di temukan oleh pahlawan saya (termasuk teh Ratu). Dan satu tahun kemudian dompet teh Ratu ilang. Mungkin akhir dari kisah ini saya berharap bagi teman teman yang menemukan dompet teh Ratu harap di kembalikan dengan segera. Karena kerasa banget tau ga punya dompet dan ga punya surat surat berhargat tuh..haha…dan juga semoga dompet teh ratu akan segera kembali ke tangan nya.AMEN!


  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Kategori

    %d blogger menyukai ini: