Oleh: jeber | Desember 19, 2008

gas rumah kaca

Bumi yang kita huni ini telah mencapai usia yang cukup tua, dan dari hal tersebut sudah banyak yang terjadi pada planet ini. Isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan baru-baru ini mengenai lingkungan hidup adalah efek rumah kaca yang mengancap keberlangsungan kehidupan manusia di bumi. Bumi merupakan satu satunya planet yang sangat ideal untuk ditempati. Di bumi terdapat atmosfer yang dapat melindungi kita manusia dari energy panas matahari. Dalam atmosfer tersebut terdapat lapisan panel khusus yaitu kumpulan dari berbagai macam gas yang menyelimuti bumi dan disebut panel gas rumah kaca. Pancaran sinar matahari yang berupa sinar tampak / gelombang pendek akan memasuki atmosfer, sebagian melewati atmosfer tersebut hingga dapat diteruskan ke daratan. Dari radiasi tersebut sebagian ada yang diserap bumi dan sebagian lainnya dipantulkan kembali ke angkasa oleh air, es, salju atau permukaan reflektif lainnya. Proses pancaran sinar matahari dari angkasa menembus atmosfer dan dipantulkan setelah sampai ke permukaan bumi, hingga dapat kita rasakan suhu bumi menjadi hangat disebut efek rumah kaca. Tanpa ada efek rumah kaca, bumi aka diselimuti salju dan akan membeku. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, panel gas rumah kaca semakin bertambah cepat, bahkan terlalu cepat. Gas umah kaca yang mengakibatkan efek rumah kaca seperti CO2 (Karbon dioksida), CH4 (Metana), N2O (Nitros oksida), HFC5 (Hydro flouro carbons), PFC5 ( Perflouro carbons) dan SF6 (Sulfur hexafluoride) dihasilkan melalui kejadian alami dan melalui aktifitas manusia.

Para ahli sepakat bahwa manusia lah yang memacu besarnya jumlah gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer dan menyebabkan kenaikan suhu pada bumi, sehingga bukan hangat lagi yang dapat kita rasakan tetapi panas yang semakin panas. Pada mulanya manusia hanya melepas sedikit gas ke atmosfer, namun saat ini dengan aktifitas manusia yang begitu kompleks dan begitu massif seperti revolusi industri, pertumbuhan penduduk, pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan. Dan hal hal tersebut dapat memengaruhi perubahan komposisi gas rumah kaca di atmosfer.revolusi industri mengakibatkana danya suatu pemraktisan alat-alat yang dipakai manusia. Alat alat tersebut yang sebagian besar menggunakan energy listrik sangatlah memberikan sumbangan besar terhadap keberadaan gas rumah kaca. Saat kita menonton televisi, menyalakan lampu, menggunakan pendingin ruangan, mengendarai mobil dan lain lain adalah beberapa aktifitas manusia yang menggunakan listrik. Dan listrik tersebut berasal dari pembakaran bahan bakar fosil yang dapat pula melepas gas rumah kaca.

Dan sekarang apa yang harus kita lakukan untuk mencegah untuk terjadinya pemanasan global akibat efek rumah kaca? Dalam hai ini kita harus terus menelaahnya kedalam bahwa kita harus terus untuk melakukan hemat terhadap sejumlah energy apapun yang kita pakai, terutama energy listrik.  Dengan kita mematikan televisi atau lampu yang sudah tidak terpakai, maka hal tersebut akan mengurangi juga pembakaran bahan bakar fosil yang ada. Menggunakan kendaraan umum, sepeda atau jalan kaki pun menjadi alternatif penghematan energy bahan bakar kendaraan yang dapat mengurangi tingkat gas buang kendaraan bermotor. Menanam pohon di lingkungan rumah,sekoah atau kampus merupakan kegiatan menyenangkan yang dapat mereduksi kembali gas rumah kaca. Mendaur ulang barang –barang yang telah kita pakai pun merupakan salah satu cara untuk mengurangi gas rumah kaca. Disetiap kemasan produk apapun, beberapa ada yang mencantumkan logo tanda panah segitiga yang menggambarkan suatu siklus logo tersebut menandakan bawa kemasan yang telah dipakai dapat dan disarankan untuk didaur ulang. Ketika kita berbelanja, selektiflah terhadap barang-barang yang hemat energy, karena barang yang kita konsumsi pun secara tidak langsung dapat menambah jumlah gas rumak kaca yang ada. Beberapa supermarket di Jakarta menggunakan kardus bekas sebagai pengganti kantong plastic sebagai upaya mengurangi tingkat produksi plastic. Karena plastic merupakan salah satu barang yang sulit untuk di daur ulang dan hal tersebut dapat menambah jumlah gas rumah kaca di atmosfer kita ini. Membuang sampah pada tempatnya merupakan suatu tindakan sederhana yang ternyata dapat mengurangi keberadaan gas metana di bumi ini. Maka dari sekarang kita seharusnya peduli terhadap lingkunga kita. Beberapa tindakan diatas sangatlah tidak sulit untuk kita lakukan sehari-hari. Jika kita menyadarinya, usia tua planet bumi ini dan keadaan yang ada di dalamnya akan berdampak pada keberlangsungan kita sekarang dan anak cucu kita di masa yang akan datang. Jadi sudah saatnyalah kita bertindak untuk diri kita sendiri. Untuk bumi.

 


Responses

  1. keep go green thejeber…
    i’ll wait for your next green blogs
    yeahs…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: